Tragedi yang terjadi pada Jemaah Haji di Mina, memunculkan berbagai pertanyaan pada Pemerintah Arab Saudi
![]() |
| Musibah Mina Terulang Kembali- Hongsing |
Prediksi Hongsing - Tragedi kecelakaan yang menimpa lebih dari 800 orang yang sedang berjemaah haji di Mina, menimbulkan berbagai pertanyaan dari berbagai Negara dan Hongsing tentang keamanan dan kebijakan Pemerintah Arab Saudi dalam mengatasi masalah yang terjadi.
Banyaknya orang yang beragama Islam berangkat untuk Menuaikan Ibadah Haji tentunya menjadi suatu kontroversi dalam masalah ini. Setiap Muslim yang menyanggupi, wajib melakukannya setidaknya sekali dalam seumur hidup. Tiap tahun jemaah haji yang datang selalu meningkat, terlebih dalam dua tahun terakhir.
Pemerintah Arab sendiri menyatakan bahwa melindungi baitullah 'Rumah Allah' serta memastikan keamanan ratusan juta jemaah haji yang datang ke Mekkah setiap tahun untuk menuaikan ibadah haji dan umrah adalah sebuah tanggung jawab yang utama bagi Pemerintahan Arab.
Seperti yang telah dikabarkan, gelar resmi Raja Arab Saudi adalah 'Penjaga Dua Kota Suci'.
Pemerintah yang sudah menghabiskan dana miliaran dollar untuk memperluas Masjidil Haram dan beberapa jembatan, serta terowongan dibangun di Mina untuk mempermudah jemaah haji datang dalam jumlah yang terus meningkat.
Walaupun ngga terjadi musibah seperti ini dalam ibadah haji sejak tahun 2006, namun ada beberapa pihak mengatakan kalau jumlah orang yang banyak dan selalu pindah lokasi dari satu tempat ke tempat lainnya dalam tempat yang terbatas, membuat sukarnya mencegah kecelakaan.
Pengelola selalu menghadapi satu tantangan terbesar yaitu jemaah haji yang datang berasal dari banyak negara di seluruh dunia dan mempunyai bahasa yang beraneka ragam.
Kenyataan ini menyulitkan petugas keamanan untuk memastikan jemaah haji dapat mengikuti peraturan keamanan untuk mencegah kecelakaan kecil yang bisa berubah menjadi besar saat kepanikan terjadi.
Pihak Pemerintah Arab Saudi sudah berusaha memberikan info kepada semua calon jemaah ketika berangkat haji dengan menegaskan untuk mengikuti peraturan dan info yang telah diberitahukan kepada meraka untuk keselamatan semua orang.
Sponsor haji dari berbagai negara juga sudah mencoba menolong mengingatkan tentang kewaspadaan kepada perkumpulan dari negara masing-masing.
Musibah seperti yang sudah terjadi bukanlah satu-satunya masalah yang harus diantisipasi. Karena menurut kabar prediksi terpercaya yang sudah beredar, kelompok militan atau Isis sudah menjadikan beberapa mesjib Syiah dan Sunni sebagai target operasi serangan dalam beberapa bulan ini.
Ancaman akan menyerang saat bulan naik Haji datang yang diberikan oleh kelompok tersebut, tidak tutup kemungkinan akan terjadi.
Seperti yang pernah terjadi pada tahun 1979, kelompok tersebut melakukan penyerangan jemaah saat bulan naik haji berakhir.
Sebagai pencegahan, tentunya pemerintah Arab langsung menurunkan ratusan ribu tentara untuk berjaga-jaga dan menaruh cctv dimana-mana, untuk mengawasi daerah setempat.
Kecepatan penyelenggara saat terjadi kecelakaan yang terjadi memang sangat responsive, namun banyak orang menilai pihak penyelenggara haji juga kurang sigap dalam mengatasi keamanan daerah tersebut.
Apakah Musibah Mina akan Terulang Kembali?









0 comments:
Post a Comment